resume basdat

Resume basis data :

 

 

Pada pertemuan pertama kita belajar  DDL dan ERD

DDl terdiri dari 3 point penting yang pertama:

  1. create , contoh create database, table , trigger dll
  2. alter, contoh alter table, database, dll
  3. Drop , contoh: drop database, table dll

Terdapat berbagai macam jenis tipe data :

  1. Tipe data angka,contoh: int ,tiny int dll.
  2. Tipe data yang berkaitan dengan waktu, contoh: date,time,datetime dll.
  3. Tipe data lain nya, contoh: char, varchar dll.

 

Contoh pembuatan erd,

create database c2;

 

create table mahasiswa(

nim varchar(30) primary key not null,

nama_mhs varchar(50) not null,

alamat varchar(30) not null,

no_hp varchar(20) not null

);

 

–untuk menghapus data–

drop database c2;

 

–untuk menghapus database–

drop table mahasiswa;

 

–untuk mengganti nama tabel–

alter table mahasiswa rename to mhs;

 

–untuk menambah kolom–

alter table mhs add column (usia varchar(30) not null);

 

–untuk mengganti definisi kolom–

alter table mhs modify usia int;

 

materi kdua Dalam pertemuan pertama yaitu erd, erd adalah penerapan ddl dalam dunia nyata yang dilambangkan dengan bentuk bentuk, secara garis besar erd diibagi menjadi 3 point:

1.entitas

Dilambangkan dengan bentuk persegi panjang

  1. atribut

Atribut adlah keterangan/ karakter dari sebuah entitas, dilambangkan dengan bentuk lingkaran

Atribut dibagi menjadi 5 buah:

1.atribut kunci

  1. atribut tunggal
  2. atribut bernilai banyak

4.atribut derivative

  1. atribut komposit

 

 

3.relasi

Relasi adalah sebuah bentuk hubungan diantara entitas, dilambangkan dengan bentuk belah ketupat, dalam sebuah reasi terdapat yang nama nya kardinalitas , yaitu untuk menunjukan keterangn jumlah dari entitas yang berelasi.

 

 

Pada petemuan ke dua membahas tentang data manipulation lenguange DML

 

Bila pada ddl hanya membuat database, table dan menghapus, mengubah, kalau di dml kita akan belajar cara nya mengubah isi  data yang ada dalam table, terdapat beberapa point DML,

1.insert

Untuk memasukkan data  kesubuah table

Contoh:

–fungsi insert into digunakan untuk memasukan data ke tabel–

 

insert into mahasiswa(nim,nama,jk,alamat) values

(‘1401727′,’Acep Aris Mubarok’,’L’,’Jl.Galumpit’),

(‘1401726′,’Wina Yulinar’,’P’,’Jl.Indramayu’),

(‘1401723′,’Neneng Jebred’,’P’,’Jl.Jalan’);

 

  1. select

Untuk menampilkan table yang diinginkan

Contoh:

–fungsi untuk menampilkan isi tabel tertentu

select mahasiswa.nim,mahasiswa.nama,matkul.kd_matkul,matkul.sks

from mahasiswa,matkul,kontrak_matkul

where mahasiswa.nim=kontrak_matkul.nim and matkul.kd_matkul=kontrak_matkul.kd_matkul;

  1. Update

Untuk memperbaharui data pada table

Contoh:

–fungsi untuk mengganti isi–

update dosen set nama_dosen=’kusnandar jajang’ where nip=’1234′;

 

 

 

lanjut ke pertemuan ke tiga,  membahas tentang agregasi dan grouping

 

dalam menu agregasi terdapat berbagai jenis perintah:

  1. AVG()

Digunakan untuk menghitung nilai rata rata dari sebuah data

 

  1. Count()

Digunakan untuk menghitung jumlah data yang ada

 

  1. Max()

Fungsi ini digunakan untuk menghitung nilai maximal

 

  1. Min() untuk mencari nilai minimal dari sebuah data
  2. Sum ()

Untuk menghitung hasil penjumlahan dari data

6.round() untuk melengkapi bidang numeric dengan jumlah decimal yang ditentukn

  1. STDDEV_POP()

Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai standart deviasi populasi.

Perintah umum: SELECT STDDEV_POP(nama_field) From nama_tabel

Contoh :

SELECT STDDEV_POP(nilai) FROM nilai;

  1. VAR_POP()

Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai standart varian populasi.

Perintah umum : SELECT VAR_POP(nama_field) From nama_tabel

 

 

Materi kedua yatu grouping

Untuk mengelompokan data dengan sebuah acuan,

 

1.order by

Perintah untuk menampilkan data secara terurut

2.group by

Group by merupakan perintah yang digunakan untuk mengelompokan

beberapa data pada perintah SELECT;

Perintah Umum : SELECT *FROM(nama_tabel) GROUP BY atribut;

  1. Having

Fungsi Having terkait dengan GROUP BY dan AGREGASI. Biasanya digunakan untuk

menentukan kondisi tertentu pada group by dan kondisi tersebut berkaitan dengan fungsi

agrgasi. Fungsi HAVING sebenarnya memiliki kemiripan dengan WHERE dalam

penggunaannya. HAVING digunakan dalam SQL karena WHERE tidak dapat digunakan

dengan fungsi agregasi.

Perintah Umum: SELECT atribut FROM nama_tabel GROUP BY atribut HAVING fungsi_agregasi:

 

  1. View

View dapat disebut sebagai sebuah table semu/bayangan. Data-data pada

table view dapat merupakan gabungan dari data pada tabe-tabel lain. View dapat

digunakan untuk membatasi pengaksesan atas sebuah table tertentu, jadi user

hanya boleh melihat table yang berisi data-data secara spesifik.

Perintah umum:CREATE VIEW NAMA_VIEW AS<QUERY>

Contoh:

CREATE VIEW V_nilaiMHS as Select a.nim, a.nama, b.nama_matkul, c.nama_dosen,

d.nilai

FROM mahasiswa as a, matkul as b, nilai as d, dosen as c

WHERE a.nim=d.nim and b.kode_matkul=d.kode_matkul and c.nip=b.nip;

Untuk Menampilkan :

SELECT * FROM Nama_Tabel_semu_yg_telah_dibuat;

SELECT *

 

 

Maaf kalau resume saya kurang baik.

 

tp2 re (resume pertemuan ketiga: cara menghitung omponen elektronika)

Cara menghitung komponen elektronika,

 

Pada pertemuan ketiga kita mempelajari cara nya menghitung komponen elektronika,,, yang dimaksud komponen elektronika adalh segala komponen yang mendukung berjalan nya rangkaian elektronika dengan baik contoh nya transistor, diode dll.

 

Pada pertemuan ini kita menghitung komponen elektronika dengan menggunakan alat ukur, yakni Avometer, Avometer berasal dari kata ”AVO” dan ”meter”. ‘A’ artinya ampere, untuk mengukur arus listrik. ‘V’ artinya voltase, untuk mengukur voltase atau tegangan. ‘O’ artinya ohm, untuk mengukur ohm atau hambatan. Terakhir, yaitu meter atau satuan dari ukuran. AVO Meter sering disebut dengan Multimeter atau Multitester. Secara umum, pengertian dari AVO meter adalah suatu alat untuk mengukur arus, tegangan, baik tegangan bolak-balik (AC) maupun tegangan searah (DC) dan hambatan listrik. Avometer dibagi menjadi dua jenis, berdsarkan hasil yang dihasil kan,, yaitu avometer digital dan avometer analog.

 

Berdasarkan penjelasan diatas avometer dapan digunakan untu menghitung volt/tegangan, ampere/arus, dan ohm/hambatan

 

  1. Posisi alat ukur saat mengukur TEGANGAN (Voltage)
    Pada saat mengukur tegangan baik itu teggangan AC maupun DC, maka Alat ukur mesti di pasang Paralel terhadap rangkaian. Maksud paralel adalah kedua terminal pengukur ( Umumnya berwarna Merah untuk positif (+) dan Hitam untuk Negatif (-) harus membentuk suatu titik percabangan dan bukan berjejer (seri) terhadap beban. Pemasangan yang benar dapat dilihat pada gambar berikut:

Memasang Multimeter Paralel

  1. Posisi alat ukur saat mengukur ARUS (Ampere)
    Untuk melakukan pengukuran ARUS yang mesti diperhatikan yaitu Posisi terminal harus dalam kondisi berderetan dengan Beban, Sehingga untuk melakukan pengukuran arus maka rangkaian mesti di Buka / diputus / Open circuit dan kemudian menghubungkan terminal alat ukur pada titik yang telah terputus tersebut. Pemasanngan yang benar dapat dilihat pada gambar:

Memasang Multimeter SERI

  1. Posisi alat ukur saat mengukur Hambatan (Ohm)
    Yang mesti diketahui saat pngukuran tahanan ialah JANGAN PERNAH MENGUKUR NILAI TAHANAN SUATU KOMPONEN SAAT TERHUBUNG DENGAN SUMBER. Ini akan merusak  alat ukur. Pengukurannya sangat mudah yaitu tinggal mengatur saklar pemilih ke posisi Skala OHM dan kemudian menghubungkan terminal ke kedua sisi komponen (Resistor) yang akan di ukur.

Memasang Multimeter untuk mengukur tahanan

Kali ini saya tidak akan membahas mengenai mengapa alat ukur di pasang paralel saat mngukur tegangan dan Seri pada saat mengukur Arus, sebab itu lebih kompleks kecuali ada yang membutuhkannya. Hal ini erat kaitannya dengan Rangkaian dalam suatu alat ukur.

Setelah mengetahui Cara mengatur Saklat Pemilih yang Benar, Mengetahui Jenis Skala yang akan digunakan, dan Cara pemasangan alat ukur yang benar, maka tiba saatnya kita melakukan Pengukuran Besaran Listrik.

MENGUKUR TEGANGAN LISTRIK (VOLT / VOLTAGE) DC

Yang perlu di Siapkan dan Perhatikan:

  1. Pastikan alat ukur tidak rusak secara Fisik (tidak peccah).
  2. Atur Sekrup pengatur Jarum agar jarum menunjukkan Angka NOL (0), bila menurut anda angka yang ditunjuk sudah NOL maka tidak perlu dilakukan Pengaturan Sekrup.
  3. Lakukan Kalibrasi alat ukur (Telah saya bahas diatas pada point 2 mengenai Tombol Pengatur Nol OHM). Posisikan Saklar Pemilih pada SKALA OHM pada x1 Ω, x10, x100, x1k, atau x10k selanjutnya tempelkan ujung kabel Terminal negatif (hitam) dan positif (merah). Nolkan jarum AVO tepat pada angka nol sebelah kanan dengan menggunakan Tombol pengatur Nol Ohm.
  4. Setelah Kalibrasi Atur SAKLAR PEMILIH pada posisi Skala Tegangan yang anda ingin ukur, ACV untuk tegangan AC (bolak balik) dan DCV untuk tegangan DC (Searah).
  5. Posisikan SKALA PENGUKURAN pada nilai yang paling besar terlebih dahulu seperti 1000 atau 750 jika anda TIDAK TAHU berapa nilai tegangan maksimal yang mengalir pada rangkaian.
  6. Pasangkan alat ukur PARALEL terhadap beban/ sumber/komponen yang akan di ukur.

 

 

 

Dikutip dari:

https://efraimmasarrang.wordpress.com/2012/07/31/cara-membaca-multimeter-avometer-jilid-2/

TUGAS PRAKTIKUM 1 RANGKAIAN ELEKTRONIKA

RESUME PERTEMUAN PERTAMA DAN KEDUA

 

Rangkaian listrik berupa kumpulan dari berbagai macam elemet listrik seperti sumber arus listrik, hambatan transistor dan lain lain, dalam rangkaian listrik terdapat dua jenis  rangkaian yaitu terbuka dan tertutup, rangkaian terbuka yaitu rangkaian yang tidak dapat mengaliri listrik karna saklar nya dalam keadaan terbuka, dan rangkaian tertutup adalah rangkaian yang saklar nya menutup sehingga listrik dapat mengalir.

 

Terdapat dua jenis sirkuit listrik yaitu : 1. Ac ac adalah arus bolak balik contoh nya adalh arus dari sumber listrik pln, 2. Dc adalah arus searah contoh nya adalh arus listrik yang bberasal dari batre.

 

Dan memiliki dua jenis rangkaian yaitu:

  1. Rangkaian seriseri
  2. Rangkaian pararelpararel

 

Rumus rumus dalam menyelesaikan penghitungan rangkaian seri:

 

V AB = V1 + V2 + V3

VAB = [IR]1 + [IR]2 + [IR]3

Catatan:

VAB = [IR] total

[IR]total = [IR]1 + [IR]2 + [IR]3

Rtotal = R1 + R2 + R3

 

jadipada rangkaian seri berlaku :

R total = R 1 + R 2 + R 3 + … + R n

 

Rumus rumus dalam menyelesaikan rangkaina pararel:

V = V1 = V2 = V3
I = I1 = I2 = I3
1/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + … +1/Rn

Rp = Hambatan Pengganti Paralel.

 

Pertemuan kedua , membahas komponen elektronika dasar, apa itu komponen elektroika dasar,?? komponen elektronika  dasar adalah , komponen pendukung  berjalan nya suatu elektronik, dalam hal ini komponen ya dibagi 2 jenis, yaitu komponen akttif ,

  1. Kompoen aktif, yaitu koponen yang memerlukan arus listrik agar dapat digunakann, contoh nya ada banyak antara lain adalah, transistor, diode, dan lain lain.diode
  2. Komponen pasif adalah komponen yang tidak memerlukan arus listrik untuk dapat digunakan, contoh dari komponen pasif adalh: resistor,, inductor dllresistor